Malam ini begitu sunyi, hanya terdengar suara
jeritan malam dan bisikan angin. Aku terdiam menatap langit, merindukan hujan
dan bayangmu. Aku masih saja teringat tentangmu, menuliskan kisah denganmu yang
entah kan terwujud atau hanya sekedar tulisan. Aku terlalu banyak menulis kisah
indahku denganmu. Aku takut terlalu jauh terjatuh dalam khayalan.
Aku tahu keputusan ini terlalu
berat, tapi aku kan mencoba. Mencoba menjadikanmu sosok yang biasa. Mencoba menjalani
hari tanpa namamu. Tenang, kau tetap menjadi yang terindah, namun cukup
kusimpan dalam hati. Dirimu terkunci rapat dalam hatiku. Mungkin suatu saat aku
kan membukanya, entah terbuka karena sudah bisa merelakanmu, atau terbuka
karena engkau telah mengetuknya dan membawaku bersamamu. Aku masih mengharapkan
kemungkinan yang kedua.
Ini kisah terakhir tentangmu yang
kutulis untuk saat ini. Terimakasih karena sampai sekarang kau masih menjadi
tokoh utama dalam kisahku. Maaf aku masih menyimpan semua kenangan didalam
bukuku. Mohon izin untuk mengabadikan semuanya.
Mulai esok tentangmu kan hilang dari
halaman utamaku. Jika sejak dulu kau memang tak suka menjadi tokoh utama,
kau harus bersyukur sekarang, karena kau bisa bebas dariku. Jika kau punya
perasaan yang sama denganku, jangan berpikir aku menyerah, aku hanya belajar
menjadi sosok yang mandiri. Kau pernah berkata “Kau harus bisa melakukannya
sendiri, kau tidak bisa terus bergantung padaku atau orang lain. Bagaimana jika
nanti aku tidak ada,”.
Kau tahu, selama ini aku merasa terlalu bergantung
padamu. Setiap hariku terasa menyenangkan karena semua yang kupikirkan hanyalah
tentangmu. Tujuan akhirku hanya dirimu, hingga aku melupakan semua hal yang ada
disekitarku. Aku yakin kau tahu, semua orang juga tahu, tapi kau berpura-pura
tak tahu atau kau hanya menjaga perasaanku agar aku tak sakit hati. Terimakasih
jika tujuanmu terus diam agar aku tak sakit hati.
Wahh hebatnya dirimu hingga membuatku menangis. Aku pernah
mencintai seseorang dan sulit melupakannya. Kau hebat! Hadirmu mengusir semua
tentangnya. Kini semuanya hanya tentangmu, tanpa dia ataupun orang lain. Aku terlalu
suka berada disampingmu. Aku takut kehilangan semuanya. Kuputuskan berhenti bukan
karena aku lelah atau menyerah, tapi aku ingin semua yang kuingat hanya
kenangan indah.
Aku takut ada yang terluka jika aku terus melangkah
terlalu jauh, entah itu aku sendiri, kau, atau orang lain. Mungkin setelah ini
kan ada sejuta tanya. Sebenarnya aku tak menyiapkan jawaban terbaik untuk
menjawabnya, tapi aku tahu cara terampuh untuk membalasnya, dengan senyuman.
Ah sudahlah, salam perpisahan ini terlalu panjang jika
harus kutuliskan semua tentangmu. Aku kan menutup lembaran cerita tentangmu,
tapi aku tak pernah menyerah dengan mimpiku. Mimpi yang selalu kutulis disetiap
lembar catatan kuliahku
“BERDIRI DI PODIUM YANG SAMA
DENGANMU”
Terimakasih karena selalu menjadi motivasiku selama ini,
jika aku berhasil mewujudkan mimpiku, aku harap aku bisa membuka hatiku
kembali. Entah kan berakhir bahagia atau tidak. Aku kan tetap menunggu akhir
kisah kita.
SAYONARA DAISUKI NA HITO