Sabtu, 04 Juni 2022

COPYWRITING (Perbesar Omset Jualan dengan Kata-kata)

 KULWA (Kuliah WahatsApp)

Kelas Mahir Jualan Online (HaiBolu)
Rabu, 25 Mei 2022


Copywriting adalah teknik membujuk pembaca melalui tulisan untuk mengikuti perintah kita. Perintah yang dimaksud dapat berupa klik sebuah link, chat, membeli, berlangganan, menghubungi, atau mendaftar. Copywriting dapat diterapkan di caption Instagram, Facebook, chat WhatsApp, ataupun deskripsi produk di marketplace.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuat copywriting:

1. Anatomi Copywriting
    Dalam copywriting dikenal 3 bagian utama, yaitu headline, body (isi), dan call to action (CTA).

    - Headline -
    Headline merupakan suatu judul atau bagian awal yang pertama kali dibaca oleh calon pembeli. Sebuah headline harus memiliki stopping power yang membuat pembaca penasaran untuk klik more atau membaca lebih lanjut. Batasan untuk kalimat headline ini yaitu 125 karakter atau sekitar 10-25 kata. Ketika membuat headline hendaknya kita menggunkan kalimat tanya, misalnya "Kak, kapan terakhir kali dapat promo yang bikin HAPPY SEPANJANG HARI?". Kalimat tanya ini bertujuan untuk menarik perhatian pembaca. Kalimat seru juga bisa dicantumkan di dalam headline, misalnya "Tunggu bestie, STOP! kalo sampai dilewatin sayang banget loh", kalimat ini bertujuan membuat pembaca penasaran hal apa yang disayangkan jika dilewatkan. Kalimat ekspresif juga dapat menarik perhatian pembaca, misalnya "Wahh! kapan lagi ada promo kayak gini". Kemudian menggunakan kalimat menggantung dapat membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan kalimat yang kita tulis, misalnya "Tadinya ga mau bilang-bilang, tapi ini penting, soalnya...". Kalimat yang tidak boleh digunakan pada headline adalah salam pembuka, karena salam bersifat netral dan umum sehingga kurang mengundang rasa penasaran pembaca.

    - Body (isi) -
    Body adalah isi dari caption, persis setelah headline. Di dalam body biasanya lebih banyak informasi yang disampaikan, lebih jelas, dan lebih membuat pembaca tertarik untuk membeli. Hal yang harus ada di dalam body adalah:
#1. Informasi yang paling sering ditanyakan
contoh: status stok, ongkos kirim, tempat pengiriman, keamanan produk, dan ketersediaan ukuran.
#2. Kelebihan produk kita dibanding kompetitor
contoh: bahannya adem seadem ditatap Kim Taehyung, kandungannya sangat aman di kulit, modelnya sangat cantik jadi ga akan malu-maluin kalau dipake keluar rumah.
#3. Alasan kenapa harus beli di toko kita sekarang
contoh: khusus pembelian hari ini dapat promo 15%, stoknya tinggal dikit lagi nih jadi langsung checkout sekarang ya.

    - Call to Action (CTA)
    Bagian terakhir dari copywriting adalah untuk "memerintah" pembaca segera melakukan sesuatu. Kalimat yang digunakan berupa kalimat ajakan, misalnya "yuk kak, klik link di bio sekarang", "langsung aja pesan barangnya dengan klik link di bawah ini ya". 

2. Cara Penulisan
    Minat baca calon pembeli biasanya pendek, sehingga idealnya caption atau penawaran promosi bisa habis dibaca dalam waktu 30 detik saja. 
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan saat membuat copywriting:
#1. Pakai emoji supaya copywriting tidak membosankan
#2. Setiap paragraf panjang maksimal 4 baris, lalu diberi jeda space kosong, kemudian baru memulai paragraf selanjutnya
#3. Jika harus menjelaskan rincian, gunakan poin-poin
#4. Setelah membuat copywritingnya, baca sendiri lagi apakah selesai sebelum 30 detik, jika masih terlalu panjang maka revisi lagi
#5. Supaya lebih menghargai pembaca, gunakan kata ganti kamu dengan "kakak, bestie, bro, bunda, mom, teman-teman", lalu gunakan kata ganti aku dengan "saya, kami".


Sekian materi hari ini
Salam hangat dari Kasai!
Semoga bermanfaat!

COPYWRITING (Perbesar Omset Jualan dengan Kata-kata)

 KULWA (Kuliah WahatsApp) Kelas Mahir Jualan Online (HaiBolu) Rabu, 25 Mei 2022 Copywriting adalah teknik membujuk pembaca melalui tulisan u...