Jerit
rintik hujan malam mencekam
Menggugah
relung batinku yang lama membeku
Memanggil
rasa sakit yang terkubur
Membaur
bersama kenangan yang lebur
Jerit
rintik hujan merintih
Menyayat
asa membunuh logika
Menjerat
pikir yang kikir
Memadamkan
cahaya di dada
Jerit
rintik hujan bercerita
Tentang
malam yang sunyi
Hati
dingin yang kian membatu
Tawa
yang telah sirna
Dibalik
jerit rintik hujan
Wajah
dingin itu menatapku
Tanpa
tawa dan sapa
Tanpa
rasa dan asa
Tangisku
tersekat
Terhalang
pandang rintik hujan
Hatiku
tersayat
Terhujam
tajam rintik hujan
Dia
masih membisu
Seolah
berharap pada bayang
Aku
tegar menatapnya dalam diam
Menemaninya
dibawah rintik hujan
Rintik
hujan kembali datang
Membawa
kabar tentangnya
Aku
seksama mendengar
Berharap
dan berangan
Dia
tak pernah kembali
Harapku
sirna menyisakan luka
Rintik
hujan terhenti dan menghapus bayangnya
Meninggalkan
senja yang temaram
Tidak ada komentar:
Posting Komentar