Kamis, 16 Mei 2019

JERIT RINTIK HUJAN


Jerit rintik hujan malam mencekam
Menggugah relung batinku yang lama membeku
Memanggil rasa sakit yang terkubur
Membaur bersama kenangan yang lebur

Jerit rintik hujan merintih
Menyayat asa membunuh logika
Menjerat pikir yang kikir
Memadamkan cahaya di dada

Jerit rintik hujan bercerita
Tentang malam yang sunyi
Hati dingin yang kian membatu
Tawa yang telah sirna

Dibalik jerit rintik hujan
Wajah dingin itu menatapku
Tanpa tawa dan sapa
Tanpa rasa dan asa

Tangisku tersekat
Terhalang pandang rintik hujan
Hatiku tersayat
Terhujam tajam rintik hujan

Dia masih membisu
Seolah berharap pada bayang
Aku tegar menatapnya dalam diam
Menemaninya dibawah rintik hujan

Rintik hujan kembali datang
Membawa kabar tentangnya
Aku seksama mendengar
Berharap dan berangan

Dia tak pernah kembali
Harapku sirna menyisakan luka
Rintik hujan terhenti dan menghapus bayangnya
Meninggalkan senja yang temaram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYWRITING (Perbesar Omset Jualan dengan Kata-kata)

 KULWA (Kuliah WahatsApp) Kelas Mahir Jualan Online (HaiBolu) Rabu, 25 Mei 2022 Copywriting adalah teknik membujuk pembaca melalui tulisan u...