Minggu, 31 Desember 2017

Masih ingatkah kalian?

Banyak hal yang sudah kulalui, ada rasa suka ada pula duka. Semua datang dengan sendirinya, tak terduga, kadang memberikan kejutan yang sulit dilupakan, kadang meninggalkan kenangan yang sulit tuk dihapuskan.

Satu tahun telah berlalu, banyak hal yang sudah kulakukan dan kurasakan. Semuanya kini menjadi kenangan, kenangan yang mungkin sulit tuk ku lupakan, sulit tuk kuungkapkan dengan kata-kata, tapi ingin tetap kuabadikan dengan tulisan.

Mungkin kalian pernah merasakan rasa sunyi yang teramat dalam, rasa sendiri yang kadang membunuh harapan-harapan kalian untuk terus maju. Ya, aku pernah merasakannya, rasa itu yang mungkin kan tetap ada menghiasi setiap tahun yang berlalu. Semua terasa aneh, karena kadang apa yang terjadi tidak sesuai harapanku. Semua terasa menyakitkan, kerena terkadang apa yang kuinginkan tidak terwujud. Tapi semua terasa indah, karena saling melengkapi. Dibalik rasa sakit yang kurasakan, ada bahagia yang datang, dibalik rasa kecewa, ada asa yang tetap ingin kukejar.

Hal yang hingga kini belum ku mengerti, "teman". Ya teman, hingga kini aku masih belum mengerti arti teman yang sebenarnya. Teman, mereka berkata teman itu adalah seseorang yang selalu ada membantu kita, bersama kita disaat susah maupun senang. Tapi aku belum merasakan itu semua. Atau karena aku yang masih belum bisa mengerti makna teman yang sebenarnya. Aku pernah memiliki seorang teman, yang kuanggap dialah teman sebenarnya. Tapi semua hancur saat aku tau dia selalu menganggapku memanfaatkannya. Padahal sedikitpun tidak terbersit niat untuk melakukan itu semua. Yang aku tau, teman itu hanya sekedar orang yang ada untuk saling melengkapi kekurangan. Teman ada hanya jika saling membutuhkan. Aku pernah mempunyai teman yang selalu bersamaku, kami pergi bersama, bermain bersama, bahkan aku merasakan ada persamaan diantara kami. Tapi hal itu terjadi hanya karena kami dulu satu kelas, satu asrama. Sekarang mereka menghilang, kadang aku menangis jika bertemu mereka, mengungkapkan segala kesedihanku. Aku merasa ditinggalkan. Hal yang paling kutakuti adalah kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Ketika aku menangis dihadapan kalian dan berkata jangan tinggalkan aku, berarti kalian sangat berharga bagiku. Harapanku, aku bisa mengerti arti teman yang sesungguhnya, dan bisa bertemu seseorang yang disebut "teman". Bukan teman sekelas, teman bermain, teman saat susah, teman saat senang, teman sekelompok, teman curhat, atau teman satu omda, tapi TEMAN YANG SESUNGGUHNYA atau yang biasa disebut SAHABAT.

Saat bahagia yang kurasakan, adalah saat aku merangkai mimpi-mimpiku dimasa depan bersama mereka yang kusebut teman. Betapa inginnya aku mewujudkan mimpi itu, hingga jika ditanya siapapun, apa mimpimu? aku selalu menjawab aku akan membuat usaha bersama temanku, kami akan membuat restaurant, aku yang akan memasak. Betapa bahagia aku saat menceritakan itu semua. Masih ingat mimpi-mimpi kita teman?
Masihkah kalian ingat bagaimana kita merencanakan akan pergi bersama? kita akan ke Natuna, kita akan mendaki Gunung Pangrango bersama.
Masihkah kalian ingat kita akan melanjutkan lomba kita, masihkah ingat ketika kita berjuang bersama untuk memenangkan perlombaan itu?
Masihkah ingat saat kita bertekad mengembangkannya menjadi sebuah usaha?
Masihkah ingat saat kita tertawa bersama di hutan pinus?
Masihkah ingat saat kita bermain bersama di air terjun?
Masihkah ingat saat kita makan bersama di stasiun? bahkan ada seseorang yang memberi kita makanan, haha bersama kalian itu bukan suatu hal yang memalukan, bahkan aku bahagia saat mengingatnya.
Masihkah ingat kekonyolan yang sering kita lakukan?
Masihkah ingat kita menabung untuk mewujudkan mimpi kita?
Masihkah ingat kita menangis saat kita akan berpisah karena harus pulang kerumah masing-masing?
Dimana kalian sekarang?
Aku rindu saat-saat itu, aku rindu bisa bersama kalian.
Aku rindu tatapan hangat kalian, senyum manis kalian, kata-kata semangat dari kalian yang membuatku bangkit dari rasa putus asa.
Dimana kalian sekarang?
Aku merasa kehilangan, ya sangat kehilangan. Kalian tahu aku tidak pernah menangis saat kehilangan barang atau uang, tapi aku selalu menangis saat teringat kalian tak bersamaku lagi. Karena kalian sangat berharga, lebih berharga dari itu semua.
Dimana kalian?
Aku berharap esok hari aku bisa melihat kalian bersama-sama, aku bisa melihat kalian tersenyum padaku lagi, bermain bersama kalian, menghabiskan waktu bersama kalian.
Mungkin aku terlalu egois mengharapkan itu semua tanpa tau penyebab kalian pergi dariku, mungkin aku memang anak yang mudah putus asa, mudah terlalu merasa paling menderita. 
Dan begitu mudah meyimpan sesorang dihati yang terdalam, sehingga saat kehilangan aku merasa kehampaan yang sangat menyiksa.

Aku tidak tau harus berkata apa, tidak tau harus bagaimana.
Yang bisa kulakukan sekarang adalah memperbaiki diri, berdo'a, dan berharap kalian kembali seperti dulu. Aku memang egois, ya aku egois karena masih tidak mau melepaskan kalian.
Aku memang penakut, aku selalu takut kehilangan, kehilangan seseorang seperti kalian.

AKU RINDU KALIAN "TEMAN'

1 komentar:

  1. Maafkan aku yang tidak lagi selalu ada disampingmu fen, percayalah aku selalu mendoakanmu,dengan harapan yang sama dapat seperti dulu :'). Tapi aku tidak tau juga apa yang terjadi :'(

    BalasHapus

COPYWRITING (Perbesar Omset Jualan dengan Kata-kata)

 KULWA (Kuliah WahatsApp) Kelas Mahir Jualan Online (HaiBolu) Rabu, 25 Mei 2022 Copywriting adalah teknik membujuk pembaca melalui tulisan u...